Minggu, 09 Januari 2022

Desa Wisata Nglanggeran Salah Satu Desa Wisata Terbaik di Dunia

Desa Nglanggeran merupakan desa wisata yang terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Pada saat ini Nglanggeran memiliki empat destinasi wisata yaitu wisata Gung Api Purba yang menjadi obyek wisata utama, embung Nglanggeran, kebun buah dan air terjun Kedung Kandang. 

Desa wisata Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu desa wisata terbaik dunia 2021 yang ditetapkan oleh Organisasi Pariwisata Dunia atau United Nation World Tourism Organization ( UNWTO ) di Madrid, Spanyol. Hal ini karena aktivitas desa wisata Nglanggeran dinilai baik dalam pengembangan kepariwisataan dan terbukti dapat menjaga desa, lingkungan alam, budaya, dan keharmonisan warganya termasuk gastronomi lokal menjadi berkembang.

Desa wisata Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu desa wisata terbaik dunia 2021 yang ditetapkan oleh Organisasi Pariwisata Dunia atau United Nation World Tourism Organization ( UNWTO ) di Madrid, Spanyol.

Baca selengkapnya di artikel "Profil Desa Wisata Nglanggeran, Cara Menuju Lokasi dan Harga Tiket", https://tirto.id/gl3i
Desa wisata Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu desa wisata terbaik dunia 2021 yang ditetapkan oleh Organisasi Pariwisata Dunia atau United Nation World Tourism Organization ( UNWTO ) di Madrid, Spanyol.

Baca selengkapnya di artikel "Profil Desa Wisata Nglanggeran, Cara Menuju Lokasi dan Harga Tiket", https://tirto.id/gl3i
Desa wisata Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu desa wisata terbaik dunia 2021 yang ditetapkan oleh Organisasi Pariwisata Dunia atau United Nation World Tourism Organization ( UNWTO ) di Madrid, Spanyol.

Baca selengkapnya di artikel "Profil Desa Wisata Nglanggeran, Cara Menuju Lokasi dan Harga Tiket", https://tirto.id/gl3i

Gambaran Umum Desa Wisata Nglanggeran

  1. Informasi Geografis

Nglanggeran merupakan desa yang secara administratif terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba memiliki luas 48 ha. Sedangkan wilayah Desa Nglanggeran memiliki luas 762,0990 ha dengan tata guna lahan sebagian besar digunakan untuk lahan pertanian, perkebunan, ladang dan pekarangan. Pola pemilikan tanah tersebut didominasi oleh tanah kas desa.

Jarak Desa Nglanggeran dari ibukota kecamatan adalah 4 km, 20 km dari  ibukota kabupaten dan berjarak 25 km dari ibukota propinsi. Batas administratif Desa Nglanggeran adalah :

  1. Sebelah utara     : Desa Ngoro-oro
  2. Sebelah timur     : Desa Nglegi
  3. Sebelah selatan  : Desa Putat
  4. Sebalah barat     : Desa Salam

Desa Nglanggeran terdiri dari 5 dusun/pedukuhan yaitu Dusun Karangsari, Dusun Doga, Dusun Nglanggeran Kulon, Dusun Nglanggeran Wetan dan Dusun Gunungbutak. Pusat pemerintahan desa terletak di dusun Doga.

Terdapat potensi pariwisata di Desa Nglanggeran yaitu adanya Gunung Nglanggeran dan kini lebih dikenal dengan sebutan Gunung Api Purba. Secara fisiografi Gunung Api Purba Nglanggeran terletak di Zona  Pegunungan Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur (Van Bemmelen 1949) atau   tepatnya di Sub Zona Pegunungan Baturagung (Baturagung Range) dengan ketinggian 700 meter  dari permukaan  laut dan kemiringan lerengnya curam-terjal (>45%). Gunung Nglanggeran berdasarkan sejarah geologinya merupakan gunung api purba yang berumur tersier ( Oligo- Miosen) atau 0,6 – 70 juta tahun yang lalu.

Material batuan penyusun Gunung Nglanggeran merupakan endapan vulkanik tua berjenis andesit (Old Andesite Formation). Jenis batuan yang ditemukan di Gunung Nglanggeran antara lain breksi andesit,  tufa dan lava bantal.  Singkapan  batuan vulkanik klastik yang ditemukan di Gunung Nglanggeran  kenampakannya sangat ideal dan oleh karena itulah maka, satuan batuan yang ditemukan di Gunung tersebut menjadi  lokasi tipe (type location)  dan diberi nama Formasi Geologi Nglanggeran.

 Beberapa bukti lapangan  yang menunjukkan bahwa dahulu pernah ada aktivitas vulkanis  adalah banyaknya batuan sedimen vulkank klastik seperti batuan  breksi andesit, tufa dan  adanya aliran lava andesit di Gunung  Nglanggeran. Bentuk kawah Gunung Api Purba Nglanggeran dapat ditemukan di puncak Gunung Nglanggeran.

Selain potensi gunung api purbanya, di Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran juga dijumpai fauna dan flora langka, seperti tanaman tremas (tanaman obat yang hanya hidup dikawasan ekowisata Gunung Api Purba), kera ekor panjang serta disekitar Gunung Api Purba berkembang kegiatan seni dan budaya lokal seperti bersih desa dll. Dengan adanya potensi tersebut di Desa Nglanggeran juga pengembangan desa wisata. Jadi ada 2 potensi pengembangan yaitu Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba dan Desa Wisata Nglanggeran. Untuk desa wisata dikembangkan menuju desa budaya dan desa pendidikan, yang dimana bisa melakukan aktivitas belajar tentang flora  fauna, cocok tanam, seni budaya dan juga belajar hidup bermasyarakat dengan tatakrama (unggah-ungguh)

Sejarah Pengelolaan Desa Wisata

Pengembangan Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba diawali oleh Kelompok Pemuda Karang Taruna desa Nglanggeran sejak tahun 1999,  dengan adanya kesadaran peduli lingkungan bersama masyarakat  menanam pohon-pohon di area gunung yang merupakan gunung yang gundul/gersang diantara bongkahan-bongkahan batu pencakar langit. Dengan berbagai kegiatan aktif dilakukan oleh kelompok pemuda dan masyarakat selanjutnya pemerintah Desa Nglanggeran mempercayakan pengelolaan lahan seluas 48 Ha untuk dikelola pemuda (Karang Taruna Bukit Putra Mandiri) yang tertuang dalam SK Kepala Desa Nglanggeran No.05/KPTS/1999 tertanggal Desa 12 Mei 1999.

Lahan seluas 48 Ha mulai dilakukan penghijauan oleh warga masyarakat dan juga pemuda karang taruna. Setelah kondisi lingkungan mulai hijau, semakin nyaman dan memiliki daya tarik wisata, mendapatkan dukungan dari Dinas Budpar Gunungkidul melalui promosi (FAM Tour) ditahun 2007. Seiring dengan peningkatan kapasitas SDM pemuda Nglanggeran yang melakukan studi dan juga mengenal teknologi, promosi menggunakan media Teknologi Informasi sangat mendukung dalam pengenalan Gunung Api Purba menjadi kawasan wisata.

Sebelum 2007 terjadi kevakuman pengelolaan saat setelah terjadi gempa 26 Mei 2006 hingga ditahun 2007, dan karang taruna mulai lagi muncul kepermukaan untuk melakukan pengelolaan kawasan wisata dengan pendampingan dari dinas Budpar Gunungkidul sejak tahun 2007. Dibuatlah sebuah lembaga BPDW (Badan Pengelola Desa Wisata) yang melibatkan dari seluruh komponen masyarakat dari Ibu PKK, Kelompok Tani, Pemerintah Desa dan juga pemuda karang taruna.

Setelah terbentuk BPDW disepakati dan ditetapkan untuk pengelola teknis lapangan adalah pemuda-pemudi karang taruna selaku pengelola Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba. Dengan mendapatkan beberapa pelatihan dari Dinas Budpar Gunungkidul, Dinas Pariwisata DIY, dan Kementrian Pariwisata melalui program PNPM Pariwisata 2011-2013. Selain itu dengan adanya beberapa SDM dari pengurus yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi maka perkembangan wisata di Desa Nglanggeran bisa dikatakan memiliki perkembangan positif yang signifikan.

Kini kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan salah satu Geosite di Gunungsewu Unesco Global Geopark. Eksistensi dan pengelolaannya diakui oleh dunia Internasional dengan masuknya dalam jaringan Geopark Global dan juga Menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik ASEAN tahun 2017. Penghargaan disampaikan di Singapore tanggal 20 Januari 2017.

Rute Menuju Desa Wisata Nglanggeran

Desa wisata ini memiliki lima dusun/pedukuhan diantaranya Dusun Karangsari, Dusun Doga, Dusun Nglanggeran Kulon, Dusun Nglanggeran Wetan dan Dusun Gunung Butak. Pusat pemerintahan desa Nglanggeran tersebut berada di Dusun Doga. Jarak tempuh menuju desa Nglanggeran dari Jogja hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam. Sedangkan jarak tempuh dari pusat Kota Wonosari yakni16 km atau sekitar 30 menit.Kondisi jalan menuju kawasan ini sudah bagus, sehingga dapat dikunjungi berbagai kendaraan seperti bus besar, mobil kecil dan sepeda motor.  

Harga Tiket Masuk Desa Wisata Nglanggeran

Harga tiket masuk : Rp10.000/wisatawan lokal untuk siang. Rp15.000/wisatawan lokal untuk malam. Rp30.000/wisatawan mancanegara untuk siang atau malam. Jadwal buka: Selasa – Minggu, pukul 08.00 – 18.00 WIB (Senin libur). Fasilitas : Area parkir yang luas, toilet umum, dan para pedagang lokal.

Strategi Pemasaran

Pengelola pariwisata Desa Wisata Nglanggeran melakukan promosi pariwisata dengan mengembangkan sistem informasi melalui media cetak, media elektronik, dan media sosial yang memuat informasi tentang atraksi wisata maupun produk usaha masyarakat.